Oleh Pdt. Kolmalei Kol Manimabi (Pelayan GMIT Jemaat Ebenhaezer Bikoen Klasis Amarasi Timur)
(Dibacakan pada malam keakraban Konven pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau, 22 September 2026)

Katamu kenal Yesus, ‘ku tanya Bapa-Nya kau malah bingung. Katamu kenal Yesus, ‘ku tanya siapa Anak-Nya kau tak tahu.
Kau bilang kenal Yesus, sementara Kau pelajari riwayat-Nya dengan bijak, lalu kau jual dipercetakan.
Saban hari kau kritisi tindakan-Nya. Setelah itu kau muat dalam artikel lalu jual di surat kabar.
Kau hafal betul setiap kalimat dari bibir-Nya. Setelah itu kau jadikan doa untuk para pejabat, supaya khotbahmu diberi harga.
Kau meletakkannya pada kartu undangan, lalu kau biarkan bertebaran di kali dan kolong jembatan.
Kau lukis wajah-Nya di tembok-tembok kota, setelah itu kau kencingi gambar-Nya sejak pagi hingga malam.
Kau pajang gambar-Nya di mana-mana, di ruang tamu kamar supaya kau dipuji tetangga sebelah.
Kau sangkali nama-Nya tiap kali kau teguk alkohol di bar, karaoke, kafe dan tempat pijat.
Kau ludahi wajah-Nya setelah kau minyaki perempuan-perempuan liar dengan rupiah dan dolar.
Kau sangkali Dia setelah kau telan asap ganja.
Kau pikul salib-Nya terbalik supaya kau lancar main politik.
Kau bilang Yesus itu kasih, sementara fakir miskin kau usir berkali-kali, kau maki-maki.
Katamu Yesus itu maha adil, mengapa nama-Nya kau selipkan di bawah bantal saat kalah dalam pemilu.
Setiap kali Kau ajaka firman-Nya kerja di ladang petani, kau senandungkan jadi obat penyembuh lara kenaikan harga komoditi kaum petani.
Kau ajari mahasiswa supaya cerdas, sedang kau pakai kecerdasanmu untuk membantu konglomerat mendapat untung.
Katamu kau kenal Dia. ‘Ku tanya di mana tempat-Nya berdoa kau tak jawab.
Katanya kau kenal Dia, ‘ku tanya apa isi doanya, kau bilang biasa-biasa saja.
Katamu kau kenal Yesus, apa benar begitu?
#konvenKudasemauPdtGMIT
Editor: Pdt. yft hb
