(Disadur dari PPT Suara Gembala Pdt. Semuel B. Pandie Ketua Majelis Sinode GMIT pada Pembukaan Konven Pendeta GMIT Teritori Kudasemau, 22-24 September 2026 di Nekamese Eco Park)
Konventus adalah belajar bersama dalam keheningan. Hal ini dilakukan untuk merespon panggilan, bukan hasil negosiasi. Konven menjadi ruang kumpul dan belajar tanpa suara. Hal ini dapat dipelajari dari perilaku Yesus bersama murid-murid-Nya dalam Markus 3:13 dan 6:7-13. Tiga hal dapat dipelajari yaitu pertama, belajar diam dan mendengar. Para murid dipanggil tanpa ruang dialog. Kedua, pembentukan identitas. Jati diri dibentuk oleh Tuhan sebelum kita bersuara. Ketiga, pemuridan. Sebuah respon mutlak atas panggilan.
Mountain momen: Ruang pewahyuan dan ‘exousia.’ Gunung adalah ruang perjumpaan dengan Tuhan. Waktu untuk memberi ruang Tuhan berbicara tentang siapa kita. Berdasarkan pemikiran Henri Nouwen, untuk memaknai otoritas (exousia) maka bukan tentang mengungkit ‘memori aib’ masa lalu, kebanggaan angkatan, suku atau kelompok dan tergoda menjadi sosok yang powerfull dan dominan. Melainkan memperkaya identitas di dalam Kristus, tekun dalam doa dan merengkuh kerentanan dan mersukacita karena suplai kuasa Tuhan yang tanpa batas.
Setelah berada di mountain momen, saatnya descending the mountain atau turun gunung. Kebersamaan selalu memiliki tujuan, Jangan terlalu asyik di puncak gunung dan lupa untuk turun. Maka yang terjadi kemudian adalah pengutusan baru untuk kembali menjalani realitas. Di dalam realitas itulah nampak cara menginterupsi dunia yang membawa perubahan nyata. Semua itu dilakukan untuk membawa sukacita Injil sebagai cara menyalurkan kekuatan yang didapat di puncak untuk melayani sesama.
Mountain momen membekali kita, dunia menanti kita.
#konvenKudasemauPdtGMIT
Editor: Pdt. yft hb
