Oemasi,www.kudamau.co, -“Konven atau konventus adalah ruang berkumpul dan belajar tanpa suara. Ruang diam supaya fokus pada puncak gunung untuk sampai kepada ruang memperkuat identitas. Hal ini dapat dipelajari pada perilaku Yesus yang membawa para murid ke gunung dalam Matius 3:13-15 dan mengutus mereka dalam 6:7-13. Mereka diam dan tanpa suara. Menemukan identitas diri dalam panggilan.”

Hal ini disampaikan Pdt. Semuel B. Pandie, S.Th dalam suara gembala pembukaan Konven Pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau (Kudasemau) di Nekamese Convention Hall Kompleks Nekamese Eco Park (Sekolah Lapangan Nekamese) Desa Oemasi, Selasa (22/9/2026). Lebih lanjut ia berharap agar momen konven bukan momen membuka aib, tetapi berhenti bersuara, membiarkan Tuhan bersuara. Ini momen mendalami kuasa otoritas yang Tuhan berikan. Pendeta terkadang terjebak pada rutinitas penuh kuasa, keheningan doa dan kerentanan diri. Baginya setelah menemukan identitas diri, turun gunung berikan interupsi pada dunia: pemerintah dan jemaat (masyarakat). Setelah turun tuliskan injil sendiri.Sebagai Bupati Kupang, ia bersama segenap organisasi perangkat daerah memberikan dukungan penuh. Hal ini ditunjukkan dengan kehadiran dan dukungan melalui penganggaran dan berbagai fasilitas yang diberikan bagi pelaksanaan konven. “Kalau kita mendahulukan Tuhan lebih dahulu, maka segala sesuatu akan dicukupkan.” tegasnya. Oleh karena itu dalam setiap momen gereja (GMIT), pemerintah berusaha hadir karena apa yang dikerjakan gereja adalah bagi masyarakat Kabupaten Kupang.
Ia mengajak untuk terus berkolaborasi. “Semakin dekat dengan pelayan (pendeta), beban kerja pemerintah semakin ringan karena ada doa bagi kami. Bantu kami karena kami tidak mampu,” ujarnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur menyampaikan ucapan selamat atas pelaksanaan konven pendeta GMIT untuk para pendeta di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Ia menyampaikan apresiasi atas liturgi ibadah yang kreatif dan menyentuh. Ia menemukan suasana baru dalam peribadahan. Ibadah yang tidak monoton, mengalir, bisa dinikmati dengan gembira sekaligus sedih. Ia mengingatkan bahwa segala kemulian dan hormat pertama-tama hanyalah bagi Allah dalam Yesus Kristus. Ia berharap selama konven para pelayan mendoakan kondisi dunia di belahan dunia yang lain yang buruk, yang berdampak luas sampai ke NTT. Di tengah semua itu, kolaborasi dan kemitraan gereja dan pemerintah kiranya terus dijaga, sebagai mitra strategis. Dalam kemitaraan itu kiranya gereja dapat mendorong agar masyarakat (jemaat) dapat memperoleh anakan atau bibit untuk ditanam atau berbagai bantuan lainnya.
Untuk diketahui, GMIT Teritori Kudasemau terletak dalam wilayah pemerintahan Kota Kupang (3 Klasis) dan Kabupaten Kupang (14 Klasis). Teritori ini terdiri atas 17 klasis yaitu Klasis Kota Kupang, Klasis Kota Kupang Barat, Klasis Kota Kupang Timur, Klasis Semau, Klasis Kupang Barat, Klasis Kupang Tengah, Klasis Kupang Timur, Klasis Amarasi Barat, Klasis Amarasi Selatan, Klasis Amarasi Timur, Klasis Amabi Oefeto Timur, Klasis Sulamu, Klasis Fatuleu Barat, Klasis Fatuleu, Klasis Fatuleu Timur, Klasis Amfoang Selatan dan Klasis Amfoang Utara. Peserta yang terdaftar untuk mengikuti kegiatan berjumlah 510 orang pendeta yang terdiri dari 361 perempuan dan 149 laki-laki.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam tema: “Meneguhkan Panggilan, Merawat Kebersamaan, dan Menghidupi Pelayanan Transformatif.” Sementara sub tema yaitu “Di tengah perubahan zaman dan kompleksitas pelayanan, para pendeta GMIT se-Kupang Daratan dan Semau dipanggil untuk memperbaharui spiritualitas panggilan, mempererat solidaritas pelayanan, dan bersama menghadirkan transformasi bagi gereja serta masyarakat.” Kegiatan berlangsung dari tanggal 22-24 September 2026.
#KonvenKudasemauPdtGMIT
.f*Pdt. yft hb
