YANG PALING BERAT ITU URUS PENDETA, BUKAN JEMAAT

Oemasi,kudamau.com, -“Yang paling berat itu urus pendeta, bukan urus jemaat. Sapa mau garatak sapa? Ini semua para pemimpin. Nikmati saja ekspresi setiap pendeta. Ia datang dengan beban dan tekanan pelayanan. Seperti lagu: roker juga manusia, demikian pula pendeta juga manusia.”

Pernyataan ini disampaikan Pdt. Delvy Snae, Ketua Majelis Klasis Kota Kupang sekaligus Koordinator GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau (Kudasemau) di hadapan Tim Pelayanan (TimPel/Panitia) Konven Pendeta GMIT Teritori Kupang Daratan dan Semau, Minggu (20/9/2026) di Nekamese Convention Hall Kompleks Nekamese Eco Park Desa Oemasi Kecamatan Nekamese kabupaten Kupang. Timpel berkumpul di tempat ini untuk melaksanakan ibadah sekaligus persiapan menjelang pelaksanaan Konven Pendeta GMIT Teritori Kudasemau pada 22-24 September 2026.

Ia mengingat lagi setelah 12 tahun lalu konven pendeta GMIT di Maumere dan Soe dengan menggabungkan para pendeta dari seluruh wilayah pelayanan GMIT. Saat ini konven terbagi di tiap teritori. Kudasemau menjadi teritori pertama yang melaksanakan kegiatan konven. Karena itu ia memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada GMIT Klasis Kupang Barat yang menjadi tuan dan nyonya rumah. “Kenapa barat e? Rupanya barat itu selalu mempunyai kekuatan tersendiri. Selalu saja banyak hal datang dari barat: angin barat, Indonesia barat, orang barat dan sebagainya,” ujarnya.

Ia mengingatkan dengan motivasi bagi panitia untuk terus semangat bekerja dalam persiapan sampai pelaksanaan kegiatan. Ia berharap semua hal tidak dimasukkan di hati. “Pastikan panitia tetap waras!” tegasnya. Sekaligus ia mengingatkan agar panitia tegas terhadap para peserta dan peserta harus siap diatur.

Pdt. Ratna E. Blegur (doc. humpudokonven)

Sebelumnya pertemuan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Ratna E. Blegur pelayan GMIT Jemaat Betel Oesapa Klasis Kota Kupang Timur. Firman Tuhan didasarkan pada Keluaran 14:16 dan 15:2,3 dengan tema: “Tenang Aku Menyertaimu.” Dua hal ia sampaikan dalam renungan yaitu pertama, berkaitan dengan kegiatan ini pasti ada tantangan. tetapi diharapkan tenang, pasti ada kekuatan dan potensi luar biasa dalam diri. Yakin bahwa semua itu bisa dilewati. Kedua, kegiatan ini hanya untuk memuliakan Tuhan.

.f *Pdt. yft hb

Bagikan kabar ini